Ini bukan ibu-ibu pengajian yang sedang menunggu ustadz atau ustadzah yang akan memberikan tausiyah ya ... ini adalah kami yang, seperti biasa, saling bercerita, sambil menunggu hidangan makan siang di sebuah warung di dekat jembatan tadi.
Minggu, 22 Maret 2015
Pohon dan Kita
Perjalanan turun terasa lebih ringan dibandingkan perjalanan mendaki.
Tapi kita tetap harus hati-hati, dan tetap keluar energi, disamping karena berjalan, kita juga harus berjalannya dengan hati-hati dan rajin "mengerem" langkah kaki.
Seperti di perjalanan menanjak tadi, kami juga istirahat sejenak untuk melepas lelah di dekat pepohonan yang rindang.
Tapi kita tetap harus hati-hati, dan tetap keluar energi, disamping karena berjalan, kita juga harus berjalannya dengan hati-hati dan rajin "mengerem" langkah kaki.
Seperti di perjalanan menanjak tadi, kami juga istirahat sejenak untuk melepas lelah di dekat pepohonan yang rindang.
Safety First dan Bersiap Turun Lagi
Walaupun kelihatannya tenang dan aman, tapi di ujung ketinggian curug, kami harus stay alert, tetap waspada.
Keselamatan adalah yang utama.
Jangan sampai main terlalu ke pinggir dekat ujung air terjun. Itu sangat berbahaya.
Terima kasih juga kepada mereka yang sudah berbaik hati memasang pagar kawat berduri untuk memastikan setiap pengunjung tidak melanggar batas bermain.
Setelah cukup puas merasakan berada di ujung curug, kami siap untuk turun kembali.
Keselamatan adalah yang utama.
Jangan sampai main terlalu ke pinggir dekat ujung air terjun. Itu sangat berbahaya.
Terima kasih juga kepada mereka yang sudah berbaik hati memasang pagar kawat berduri untuk memastikan setiap pengunjung tidak melanggar batas bermain.
Setelah cukup puas merasakan berada di ujung curug, kami siap untuk turun kembali.
Melepas Lelah
Perjalanan menuju ujung curug memang cukup melelahkan.
Tapi kan kami sendiri yang tadi menginginkannya.
Bahkan ketika kami tadi diingatkan tante Nina bahwa jalan kakinya cukup "menantang", kami sanggup menerima tantangan itu.
Anak sekolah alam gitu lho!
Tangganya juga keren, beberapa tangga sepertinya didesain untuk dilewati bule ... :-)
Jadi wajarlah ya kalo di kira-kira pertengahan perjalanan, kami ngaso, istirahat sejenak.
Tapi kan kami sendiri yang tadi menginginkannya.
Bahkan ketika kami tadi diingatkan tante Nina bahwa jalan kakinya cukup "menantang", kami sanggup menerima tantangan itu.
Anak sekolah alam gitu lho!
Tangganya juga keren, beberapa tangga sepertinya didesain untuk dilewati bule ... :-)
Jadi wajarlah ya kalo di kira-kira pertengahan perjalanan, kami ngaso, istirahat sejenak.
Terlihat tapi Belum Sampai
Kami menempuh perjalanan yang menanjak.
Sesekali ada anjing, atau monyet yang melintas.
Curug Nangka sudah kelihatan sampai di ketinggian ini, tapi kami masih terus ingin sampai di ujungnya.
Sesekali ada anjing, atau monyet yang melintas.
Curug Nangka sudah kelihatan sampai di ketinggian ini, tapi kami masih terus ingin sampai di ujungnya.
Breakfast di Lantai Tiga
Abis jalan-jalan pagi, kami lalu mandi.
Dan lumayan hungry, jadi ada yang perlu diisi ... :-)
Restonya sama dengan tempat kami dinner semalam, cuma kalo tadi malam itu di lantai 2, pagi ini kita di lantai 3 ... berarti jalan-jalan paginya nambah dikit deh ...
Dan lumayan hungry, jadi ada yang perlu diisi ... :-)
Restonya sama dengan tempat kami dinner semalam, cuma kalo tadi malam itu di lantai 2, pagi ini kita di lantai 3 ... berarti jalan-jalan paginya nambah dikit deh ...
Apache
Kayak di Mexico ya? Bukan. Kita masih di Highland kok. Pagi ini kita juga mengunjungi kompleks Indian "Apache". Masih sepi penghuninya ... :-)
Kebun Bunga
Highland lumayan ok dah buat kesehatan mata dan kesegaran jiwa.
Cukup banyak yang bisa dinikmati, termasuk di sini ...
Cukup banyak yang bisa dinikmati, termasuk di sini ...
The Mongolian Camp
Ini nih yang kemaren jadi username ama password untuk wifi di Highland.
Oh ya, kalo pagi-pagi gini gunungnya kelihatan jelas ya ...
Oh ya, kalo pagi-pagi gini gunungnya kelihatan jelas ya ...
Sabtu, 21 Maret 2015
Hungry vs. Stuffed
Apa bedanya lapar dan kenyang? Salah satunya, kalo lapar kita masih kuat jalan, kalo kenyang kami lebih suka minta bantuan om driver.
Night View
Inilah "wajah" Highland di waktu malam, saat kami sedang bersiap untuk makan malam di restoran di lantai dua.
Biar Tambah Laper
Saatnya makan siang ... yeyyy ... sambil menunggu pesanan, kami saling bercerita, bercanda-tawa. Tadinya agak laper, jadinya trus laper banget ... :-)
Highland Tunnel
Hati-hati lho ... ini terowongan buat mobil yang mau ke front office. Jangan berjalan sembarangan di sini. Kalo foto-foto sih tetap boleh ya, asal jangan di tengah jalan ... :-)
Menunggu Golf Car
Asiiiiik ... barusan kami dapat berita bahwa camp kami sudah siap ... wuhhuuyyy.
Tinggal kami tunggu sebentar golf car yang akan mengantar kami ke camp 102.
Tinggal kami tunggu sebentar golf car yang akan mengantar kami ke camp 102.
Di Atas Roda
Selama perjalanan kami kemari, kami berada di atas roda.
Setelah kami sampai di sini, kami ingin tetap berada di atas roda ... :-)
Setelah kami sampai di sini, kami ingin tetap berada di atas roda ... :-)
Berangkat Awal
Kami nyampe di Grass Land kira-kira jam 8 pagi dan langsung berangkat menuju Highland.
Alhamdulillah kami berangkat awal dan tidak terjebak macet di tol Jagorawi yang hari ini macet.
So we are here at Highland ...
Alhamdulillah kami berangkat awal dan tidak terjebak macet di tol Jagorawi yang hari ini macet.
So we are here at Highland ...
Langganan:
Komentar (Atom)














































